Cinta itu datang melalui beberapa pintu, diantaranya:
1. Pintu Suka
Cinta karena pintu ini bisa karena melihat lawan jenis kita akan penampilannya yang rapi atau apa adanya, suka gaya bicaranya, suka akan tata kramanya, suka gaya bergaulnya, suka melihat senyumnya, suka melihat tatapan matanya, dan lain-lain. Namun perasaan suka seiring waktu bisa hilang. Karena seringnya bertemu, penampilannya yang rapi dapat berubah menjadi terkesan biasa-biasa saja, atau malah tergantikan oleh penampilan orang lain yang lebih baik darinya. Cinta karena pintu ini mudah sekali hilang..
2. Pintu Nafsu
Cinta karena pintu ini perlu dihindari. Bila kita melihat tanda-tanda seseorang menyukai karena nafsu, segeralah menjauh darinya. Tidak akan baik akibatnya bagi fisik dan kejiwaan kita di masa mendatang, meskipun pada dasarnya kita mungkin juga suka padanya. Cinta karena nafsu ini ialah cinta kepada kulit (lahiriah), sasarannya bisa wajah yang menarik, bibir yang seksi, suara yang merdu, bodi yang bagus, kaki yang indah, pinggul yang menawan, dan lain-lain. Cinta seperti ini mudah hilang dan tergantikan.
3. Pintu Kasihan (Iba)
Melalui pintu kasihan inilah cinta dianjurkan oleh Buya HAMKA. Melalui pintu kasihan cinta akan aman dan langgeng. Kasihan adalah rahmat Tuhan yang dititipkan kepada hati manusia. Dari rasa kasihan, cinta bersemi dengan mulia. Dari rasa kasihan, kasih sayang sejati ditemukan. Dari rasa kasihan, dunia ramai dengan damai. Bila seseorang mencintai anda karena iba, ia tak akan pernah melupakan anda sampai ia mati. Dalam Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, rasa kasihan inilah yang terungkap dalam petikan surat 'Hayati' kepada sahabatnya 'Khadijah' di Padang Panjang.
Diambil dari kisah dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Buya HAMKA. dan http://www.sudeska.net/2009/12/26/buya-hamka-dari-mana-datangnya-cinta/.
artikel ni kami copy and paste je dri fb..=)
No comments:
Post a Comment